Rabu, 01 Maret 2017

MANFAAT SALAT TAHAJUD

Manfaat yang akan di dapatkan ketika melaksanakan sholat tahajud, di antaranya: 1. Dikabulkannya Doa-doa Manfaat sholat tahajud yang pertama adalah dikabulkannya doa-doa. Seperti yang kita ketahuai, sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah tidur terlebih dahulu karena arti kata tahajud adalah bangun pada malam hari. Paling utama, sholat tahajud yang dikerjakan pada sepertiga malam sampai menjelang masuk waktu sholat subuh. Pada waktu inilah Allah SWT mengabulkan doa-doa hambanya. Hal ini berdasarkan keterangan hadis Nabi: "Perintah Allah turun ke langit di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon (berdoa) pasti akan kukabulakn, adakah orang yang meminta, pasti akan Kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu Subuh." (Al-Hadis). 2. Allah Mengangkat Derajat ke Tempat yang Terpuji Manfaat sholat tahajud yang kedua adalah Allah SWT akan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji. Keterangan tentang ini dapat kita baca dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra' ayat 79: "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS A1-Isra [17]: 79). Selain itu, keterangan lain dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan Abi Darda r.a, bahwa Rasulullah bersabda: "Ada 3 macam manusia, Allah SWT mencintai mereka, tersenyum kepada mereka, dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk sholat), lalu Allah SWT berkata: 'Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur." (Riwayat Ath-Thabrani). 3. Mendekatkan Diri Kepada Allah Manfaat sholat tahajud yang ketiga adalah sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dikuatkan lewat keterangan hadis Rasullullah SAW: "Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa." (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaa Al Ghalil). Dalam riwayat yang lain, dikatakan bahwa Jibril pernah berkata kepada Rasulullah Saw: "Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain". (Silsilah Al-Hadis Ash-Shahihah). 4. Memperoleh berbagai Kemuliaan Manfaat sholat tahajud yang keempat adalah akan memperoleh berbagai kemuliaan. Hal ini diperkuat berdasarkan keterangan hadis Rasulullah SAW, yang bersabda: "Barangsiapa melaksanakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat." Adapun lima keutamaan di dunia itu adalah akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana, tanda ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya, akan dicintai para hamba Allah yan shaleh dan dicintai oleh semua manusia, lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah dan akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama. Artikel Terkait: Sholat Tahajud: Niat dan Tata Cara 5. Mengusir Penyakit dan Meningkatkan Kekebalan Tubuh Manfaat sholat tahajud yang kelima adalah dapat mengusir berbagai penyakit dan di saat yang sama meningkatkan kekebalan tubuh. Sedikit yang menyadari bahwa kepatuhan kita mengerjakan ritual keagamaan semisal sholat tahajud akan memberikan pengaruh pada meningkatnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Mohammad Shaleh. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa di saat yang sama ketika kekebalan tubuh sudah meningkat, otomatis segala penyakit yang menyerah akan musnah dengan sendirinya.

KISAH ISLAM

RAHASIA DIBALIK SEDEKAH 1. Sedekah merupakan perintah Allah Allah Ta`ala berfirman : ” Hai orang – orang yg beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yg pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang – orang kafir itulah orang – orang yg zalim ” ( Al Baqarah, 2:254 ) Yang dimaksud Syafaat di atas ialah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Melalui ayat diatas Allah memerintahkan hamba-hambaNYA supaya menginfakkan sebagian dari apa yang telah DIA karuniakan kepada mereka dijalan NYA, yaitu jalan kebaikan. Agar pahala infak tersebut tersimpan di sisi Allah Ta`ala dan supaya mereka segera mengerjakan hal tersebut dalam kehidupan dunia ini. Yang dimaksud “hari” ialah hari kiamat, yang pada saat itu persahabatan dan kekerabatan tidak lagi bermanfaat, bahkan keturunan sekalipun tidak bisa berbuat apa-apa. Dan pada hari itu tidak ada orang yang yang lebih zalim dari orang yang menghadap Allah dalam keadaan kafir. Termasuk membelanjakan harta di jalan kebaikan adalah : membangun dan memelihara tempat – tempat ibadah, membangun sarana pendidikan, membiayai ongkos pendidikan orang2 tak mampu, menyantuni fakir miskin, menolong orang2 yang menderita akibat peperangan dan orang2 yang tertimpa musibah, dan membangun sarana serta fasilitas untuk menunjang kelancaran pembangunan agama Islam. Allah Ta`ala berfirman : ” Katakanlah kepada hamba2 KU yang telah beriman : Hendaklah mereka mendirikan Sholat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi2 ataupun terang2an sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan ” ( Ibrahim, 14:31 ) Ada dua perintah dalam ayat tersebut. Pertama, mendirikan Shalat. Kedua, menginfakkan sebagian harta. Perintah pertama untuk menciptakan dan menjaga hubungan dengan Tuhan. Perintah kedua bermakna untuk menciptakan dan menjaga hubungan antara sesama hamba dan sesama manusia. Allah memberikan petunjuk tentang cara memberikan infak atau sedekah, yaitu dengan cara terang2an atau sembunyi2. Kedua cara itu harus didasari dengan niat yang ikhlas. Allah Ta`ala berfirman : ” Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata ” Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang2 yg saleh? ” ( Al Muafiquun, 63:10 ) Harta kekayaan manusia hanya berarti ketika ia masih hidup. Ia dapat menggunakan sesuka hatinya. Adanya perintah infak untuk mengingatkan manusia, bahwa apa yang ia miliki pada hakikat nya adalah milik Allah. Manusia terlahir ke dunia tanpa membawa dan memiliki harta. Dengan kemurahan dan kasih sayang Allah, manusia dapat memiliki apa yang di inginkan nya. Perintah infak juga sebagai ujian terhadap keimanan seseorang. Manusia yang dikuasai harta kekayaannya tentu akan berat mengeluarkan sebagian hartanya, sekalipun sedikit, Dan sebaliknya bagi orang2 yang yakin , maka ia akan dengan serta merta menyerahkan hartanya di jalan Allah. Orang beriman yakin, bahwa dengan mengeluarkan infak, harta justru bertambah dan berkah. 2. Sedekah sebagai bukti keimanan yang sehat dan kuat. Dari Abu Malik al-Harits bin Ashim al-Asya`ari ra, ia berkata : Rasulullah bersabda : “Sering bersuci ( berwudhu ) merupakan bagian dari iman, Tahmid itu memenuhi timbangan amal, tasbih dan tahmid itu keduanya atau salah satunya dapat memenuhi langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, kesabaran itu cahaya, Al Qur`an itu hujah bagimu atau menjadi hujah untuk membantahmu. Setiap manusia berangkat dipagi hari lalu menjual dirinya, maka ia membebaskannya atau membinasakannya “. ( HR.Muslim ) Berkata Ibnu Rajab rahimahullah : ” Adapun sedekah itu menjadi hujah atau bukti (burhan), dan burhan itu adalah sinar yg menyertai wajah matahari. “ Dan dari Hadits Abu Musa : ” Sesungguhnya ruh seorang mukmin itu keluar dari jasadnya bercahaya seperti cahaya matahari. Suatu hujah yang dapat mematahkan argumentasi itu dinamakan ” Burhan “, karena penunjukannya yang jelas atas suatu objek. Maka demikian pula sedekah itu dikatakan “burhan”, karena menjadi bukti yang mantap.” Maka simaklah makna2 yang tinggi sebagaimana terkandung dalam susunan kalimat dari ucapan2 Nabi S.A.W tersebut, semoga Allah S.W.T memberikan rahmat NYA kepadamu. 3. Sesungguhnya pelaku sedekah sangat merasakan nikmat iman Dari Abu Darda ra, Nabi S.A.W, beliau bersabda : ” Lima macam yang barang siapa melakukannya disertai iman, maka ia akan masuk surga : Barang siapa memelihara sholat lima waktu dengan sebaik2 nya,m wudunya, rukunnya dan waktu2 nya, serta memberi zakat sebagian harta dengan baik hati (ikhlas)”. Ia berkata : Dan beliau bersabda : ” Demi Allah, tiadalah yang melakukan itu kecuali orang mukmin “. Ibnu Rajab rahimahullah berkata : Maksud ( dalam keadaan baik hati ) : atau dengan sedekah sebagai tanda adanya rasa manis dan lezatnya iman. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abdullah bin Mu`awiyah al-’Amiri dari Nabi S.A.W, beliau bersabda : ” Ada tiga perkara yang barangsiapa melakukannya, maka sungguh ia telah merasakan lezatnya Iman, ialah : Orang yang menyembah Allah yang maha Esa dan sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah, menunaikan zakat hartanya dengan baik hati yang datang kepadanya setiap tahun “. Mengeluarkan harta untuk kepentingan agama memang terasa berat, lebih2 seseorang dalam keadaan serba terbatas. Godaan untuk melakukan infak di jalan Allah selalu ada, sepeti bisikan takut harta menjadi berkurang, atau masih banyak keperluan hidup yang mesti dibiayai, dan godaan2 lainnya yang tersembunyi dalam diri. 4. Sedekah itu mensucikan jiwa Allah Ta`ala berfirman : ” Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui “. ( At Taubah, 9 : 103 ) Ketahuilah – semoga Allah memeliharamu – sesungguhnya infak itu dapat mensucikan dirimu dari penyakit pelit dan kikir, dan ia pun dapat mensucikan diri menjadi bersih dan suci. Ayat ini menjadi undang2 wajibnya mengeluarkan zakat bagi orang yang berharta. Penguasa atau badan yang berwenang untuk pemungutan zakat berhak meminta bahkan memaksa kepada orang2 kaya agar mengeluarkan zakat harta. Orang yang merasa berat mengeluarkan zakat berarti ia bergelimang dengan kekayaan yang kotor. Dengan mengeluarkan zakat, maka harta akan terlindungi, jiwa menjadi tenang dan hidup penuh kedamaian tanpa ada rasa khawatir. Orang yang tidak mau mengeluarkan zakat atau infak, berarti ia telah berbuat zalim. Harta, dana atau uang zakat dan infak adalah milik orang2 fakir dan miskin. Dengan demikian Islam hendak menciptakan kehidupan yang adil dan serasi dengan adanya perintah zakat atau infak.

HADITS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

عن عبدالله بن عمرو قال جاء رجل الى النبى صلى الله عليه والسلام يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَىٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ 109. Dari Abdullah bin Amru RA katanya : “Datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW meminta supaya diizinkan turut berperang. Nabi bertanya : “Masih hidupkah kedua orang tuamu?” Dia menjawab : “Ya (masih hidup)!” Sabda Nabi : “Hendaklah engkau berjihad, untuk kebaikan keduanya.” عن عبدالله بن عَمْرِوبْنِ الْعَاصِ قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِىِّ اللهِ صلى الله عليه والسلام فَقَالَ اُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِى اْلأَجْرَ مِنَ اللهِ قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَىٌّ قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلاَ هُمَا قَالَ فَتَبْتَغِى الأَجْرَ مِنَ اللهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَاَحْسِنْ صُحْبَتُهُمَا 110. Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA katanya: “Datang seorang laki-laki kepada Nabi Allah SAW dan mengatakan :”Saya berjanji setiap kepada engkau untuk berhijrah dan jihad (perjuangan). Saya mengharapkan memperoleh pahala dari Allah.” Tanya Nabi :”Adakah salah seorang dari kedua orangtuamu masih hidup?” Jawab laki-laki :”Ya, bahkan keduanya (masih hidup).” Kata Nabi : “Engkau mengharapkan memperoleh pahala dari Allah?” Jawab laki-laki : “Ya!.” Sabda beliau : “Pulanglah kembali kepada ibu bapakmu dan pergaulilah keduanya dengan baik.!” عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ قِيْلَ مَنْ يَارَسُوْلَ اللهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْكِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ 111. Dari Abu Hurairah RA katanya : “Rasulullah SAW bersabda : “Orang itu celaka! Sekali lagi orang itu celaka! Sekali lagi orang itu celaka!” Ditanyakan :”Siapakah orang itu ya Rasulullah?” Sabda Nabi : “Siapa yang mendapati ibu bapaknya ketika berumur sangat tua, salah seorang diantaranya atau kedua-duanya, kemudian orang itu tidak masuk ke dalam surga (karena tidak melayani ibu bapaknya yang telah tua tersebut).” Iklan

ORKESTRA

Orkestra Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Orkestra Dohnanyi Orkestra adalah kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama. Mereka biasanya memainkan musik klasik. Orkestra yang besar kadang-kadang disebut sebagai "orkestra simponi". Orkestra simponi memiliki sekitar 100 pemain, sementara orkestra yang kecil hanya memiliki 30 atau 40 pemain. Jumlah pemain musik bergantung pada musik yang mereka mainkan dan besarnya tempat mereka bermain. Orkestra Orkestra adalah sebuah grup yang terdiri dari musisi-musisi yang memainkan alat-alat musik. Dalam Yunani kuno, orkestra berarti area antara tempat duduk penonton dan panggung, yang digunakan oleh penyanyi koor dan pemain musik. Kata orchestra dalam bahasa Yunani diterjemahkan sebagai tempat menari. Di beberapa teater, istilah orchestra merujuk ke tempat-tempat duduk di depan panggung, atau yang sering disebut dengan primafila atau platea. Tetapi istilah ini lebih tepat disebut dengan panggung atau aula konser. Orkestra mulai muncul pada abad ke-15 dan ke-16. Pada zaman itu, orkestra terbentuk karena adanya suatu kebutuhan dari para bangsawan. Bangsawan-bangsawan tersebut menyewa beberapa orang musisi untuk memainkan musik di pesta-pesta dansa mereka. Setelah ada perkembangan dalam dunia teater khususnya opera di awal abad ke-17, orkestra makin dikenal oleh masyarakat, karena orkestra bermain mengiringi opera dalam pentas-pentas yang ada. Sejak itu, lagu-lagu dibuat untuk dimainkan dalam sebuah grup, dan akhirnya muncullah banyak komposer yang berkarya untuk opera. Contoh musisi pada zaman itu antara lain Henry Purcell dari Inggris, dan Jean-Baptiste Lully dari Prancis. Pada abad ke-17 dan ke-18, orkestra-orkestra kecil terdiri dari musisi-musisi yang tersedia. Orkestra tersebut dipimpin oleh seorang komposer. Para komposer itu memiliki gaya yang berbeda-beda dalam merekrut anggota-anggotanya. George Frideric Handel, komposer asal Jerman, hanya memilih musisi-musisi terbaik yang ada. Sedangkan Johann Sebastian Bach, yang juga berasal dari Jerman, merekrut hampir semua musisi yang ada di kotanya. Lama-kelamaan, para bangsawan ini mulai secara rutin menyewa jasa musisi-musisi yang tergabung dalam orkestra untuk bermain di rumah peristirahatan mereka. Joseph Haydn, seorang komposer asal Austria yang juga disebut sebagai Bapak Simfoni, memiliki anggota tetap untuk bekerja sama. Namun, di saat yang sama, ada juga pemusik-pemusik yang berkeliling dari kota ke kota lainnya, sambil menciptakan suatu karya yang dapat memamerkan kehebatannya bermain musik. Pada abad ke-18, semakin banyak komposer yang memiliki orkestra sendiri untuk menunjukkan karyanya kepada masyarakat, dan mereka sering disebut dengan "Academy". Pada tahun 1781, Leipzig Gewandhaus Orchestra terbentuk dan pengorganisasiannya dilakukan oleh perkumpulan orang-orang yang memperdagangkan tiket konser. Hal ini kemudian menjadi tren yang terus diikuti sampai abad ke-19. Orkestra-orkestra yang terbentuk pada masa itu antara lain Boston's Handel dan Haydn Society yang dibentuk pada tahun 1815, New York Philharmonic dan Vienna Philharmonic pada tahun 1842, dan the Halle Orchestra tahun 1858 di Manchester. Pada tahun 1803, seorang konduktor bernama Francois Antoine Habeneck mengembangkan teknik-teknik dalam orkestra, salah satunya adalah dengan melatih instrumen string terpisah dari alat musik lainnya. Teknik lainnya adalah teknik memberi tanda masuk kepada pemain yang akan memainkan bagiannya. Teknik-teknik ini kemudian tersebar ke seluruh Eropa dalam setiap pertunjukkan orkestra. Symphony orchestra atau philharmonic orchestra adalah sebuah orkestra yang beranggotakan sekitar 100 orang. Sebuah orkestra kamar (orkestra yang lebih kecil) bisa beranggotakan 50 orang, dan ada juga yang lebih sedikit daripada jumlah tersebut. Namun, jumlah anggota pasti yang digunakan di orkestra berbeda-beda, tergantung pada karya yang dimainkan dan juga luas tempat konser. Alat musik yang dimainkan dalam orkestra simfoni biasanya berupa alat musik gesek atau string, tiup antara lain woodwind dan brass, dan pukul atau perkusi. Dalam alat musik gesek atau string, dapat dibagi menjadi empat alat musik, yaitu biola atau violin, biola alto atau viola, cello, dan double bass atau kontra bass. Di seksi alat musik tiup, khususnya di bagian woodwind, dibagi lagi menjadi empat alat musik utama yaitu flute, oboe, clarinet, dan bassoon. Di bagian brass yang sering digunakan adalah horn. Dalam alat musik perkusi, biasanya yang digunakan adalah timpani. Perbedaan dari alat musik tiup woodwind dengan brass adalah suara yang dihasilkan, dan juga bahan pembentuk instrumen tersebut. Woodwind terbuat dari kayu, dan karena sekarang sudah tidak mudah lagi untuk menemukan kayu yang baik maka bahan pembuatnya diganti menjadi logam, tetapi jenis suara yang dihasilkan tidak jauh berbeda dari aslinya. Brass terbuat dari kuningan, dan suara yang dihasilkannya lebih berat dan keras daripada alat musik tiup woodwind. Instrumen-instrumen tersebut merupakan instrumen yang selalu digunakan dalam orkestra simfoni. Selain itu, ada juga alat-alat musik tambahan yang tidak wajib digunakan, namun masih dapat dikatakan standar dalam orkestra. Untuk alat musik gesek/string, tambahannya adalah harpa. Untuk alat musik tiup woodwind, instrumen tambahannya adalah piccolo, English horn, bass clarinet, dan kontrabassoon. Untuk alat musik tiup brass, ada beberapa tambahan yaitu trumpet

KEMERDEKAAN

Malam-malam Panjang Menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945 Rabu, 17 Agustus 2016 | 07:33 WIB Malam-malam Panjang Menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945 Presiden pertama RI, Sukarno (kiri) didampingi Wakil Presiden Mohammad Hatta, memberikan hormat saat tiba di Jalan Asia Afrika yang menjadi Historical Walk dalam penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, 1955. Dok. Museum KAA TEMPO.CO, Jakarta - Pergumulan penentuan Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 sudah dimulai sekitar seminggu sebelum pembacaan naskah proklamasi. Perjuangan puluhan tahun itu dipenuhi persaingan antara kelompok pemuda yang ingin segera mengaklamasikan kemerdekaan dan ikon perjuangan seperti Sukarno Hatta. Tempo mencoba mengangkat momen bersejarah detik-detik proklamasi tersebut. 12 Agustus 1945 Sukarno, Hatta dan Dr. Radjiman bertemu pimpinan Jepang di kota Saigon. Pada pertemuan itu, Terauchi, seorang pejabat Jepang mengutarakan pemberian hadiah dari pemerintah Jepang. Ia berpidato singkat. "Tuan-tuan, saya mengabarkan bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia." Bung Karno pun menyambut hangat pemberian itu. "Kami berjanji akan berusaha segiat-giatnya untuk melaksanakan kewajiban kami dengan segenap jiwa dan raga yang berkobar-kobar." Hatta sendiri seusai pertemuan itu menyampaikan kepada Bung Karno perlunya mempercepat proses kemerdekaan. "Kita harus mempercepat persiapan kita untuk melaksanakan kemerdekaan kita. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia harus segera bersidang dan mengesahkan UUD Republik Indonesia." 15 Agustus 1945 Sukarno dan Hatta menuju kantor Yamamoto di Gunseikanbu, Kantor Pusat Administrasi Militer Jepang, di dekat Gambir (sekarang kantor Pertamina) untuk menanyakan betul tidaknya Jepang sudah menyerah kepada sekutu. Sayang kantor Yamamoto kosong, Ahmad Subardjo yang waktu itu menjabat Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang mengusulkan untuk mencari informasi dari Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Kantor Kaigun Bukanhu (Penghubung antara Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang) di sebelah Utara lapangan Ikada di gedung "Volkscreditwezen" (sekarang gedung Markas Besar Angkatan Darat jalan Medan Merdeka, Jakarta). Kemudian ditanyakan perihal sudah menyerahnya Jepang. "Laksamana Maeda, benarkah berita yang sekarang tersiar di masyarakat bahwa Jepang sudah minta damai kepada Sekutu?" "Benar, berita itu memang disiarkan oleh Sekutu, tetapi kami di sini belum lagi memperoleh berita dari Tokyo, sebab itu berita itu belum kami pandang benar. Hanya instruksi dari Tokyo yang menjadi pegangan kami," ujar Maeda Pukul 9.30, 15 Agustus 1945 Sekelompok pemuda yaitu Wikana, Soebadio, Chaerul Saleh, Sukarni, Adam Malik, Darwis, dan Soeroto Kunto mendatangi kediaman Bung Karno di Pegangsaan. Wikana yang bekerja di kantor Kaigun Bukanhu pimpinan Maeda mengutarakan niatnya agar Bung Karno dan Bung Hatta supaya segera menyatakan kemerdekaan, lepas dari janji Jepang dan PPKI. Pada saat yang sama pemuda lainnya juga mendatangi kediaman Bung Hatta. Waktu itu Hatta sedang menyiapkan pidato kemerdekaan yang akan dibagikan kepada anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan. Hatta diajak agar mau mendatangi kediaman Bung Karno menyiapkan rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Wikana kemudian maju, matanya menyorot tajam, ia memandang Sukarno dan berkata setengah menggeram, "Apabila Bung Karno tidak mau mengucapkan pengumuman kemerdekaan malam ini juga, besok pagi akan terjadi pembunuhan dan penumpahan darah." Tidak mau kalah Bung Karno yang waktu itu sedang menderita malaria membalas dengan wajah merah padam, sambil menyorongkan lehernya. "Ini leherku, seretlah aku ke pojok sana, dan sudahilah nyawaku malam ini juga, jangan menunggu sampai besok." Pukul 3 pagi, 16 Agustus 1945 Para pemuda mendatangi kediaman Bung Karno. Chaerul Saleh dan beberapa pemuda masuk dengan diam-diam, berpakaian seragam PETA. "Berpakaianlah Bung. Sudah tiba saatnya," kata seorang pemuda. Pemuda lain berkata, "Oleh karena itu kami akan melarikan Bung keluar kota. Sudah kami putuskan untuk membawa Bung ke tempat yang aman." Pukul 4 pagi, 16 Agustus 1945 Di pekarangan rumah Bung Karno sudah ada dua mobil. Mobil yang satu sudah diisi Hatta, Sukarno, Fatmawati dan Guntur masuk ke mobil Fiat. Selama di Rangasdengklok rombongan Bung Karno dan Hatta disembunyikan di rumah Djiauw Kie Siong. Pukul 18.00, 16 Agustus 1945 Sukarni, seorang aktivis Menteng 31 mendatangi persembunyian kedua tokoh tersebut. Ia membawa pesan bahwa Ahmad Subardjo telah datang dan ditugasi oleh Gunseikan untuk membawa rombongan kembali ke Jakarta. Alasanya Panitia Persiapan Kemerdekaan tidak bisa bekerja tanpa kehadiran dua tokoh yang diculik tersebut. Rombongan kembali ke Jakarta menggunakan tiga mobil. Mobil pertama berisi Sukarni (aktivis Menteng 31), Ahmad Subardjo menemani Bung Karno, Fatmawati, Guntur dan Bung Hatta. Mobil kedua merek Skoda diisi Sudiro (Pemimpin Harian Barisan Pelopor) dan Kunto. Mobil ketiga diisi oleh tentara PETA. Sekitar Pukul 20.00, 16 Agustus 1945 Sampailah di kediaman Bung Karno. Hanya Fatmawati dan Guntur yang turun. Bung Karno melanjutkan menemani Bung Hatta pulang. Pukul 22.00, 16 Agustus 1945 Bung Karno bersama Subadjo menjemput Bung Hatta menuju rumah Laksamana Maeda. Dalam pertemuan itu Maeda meminta Bung Karno mencegah pemberontakan. "Tuan-tuan, kita harus mencegah pemberontakan para pemuda dan tentara PETA malam ini karena mereka pasti akan berhadapan dengan tentara Jepang." Dinihari 17 Agustus 1945 Sukarno dan Hatta kembali ke rumah Maeda. Di dalam rumah Maeda sudah banyak orang hadir, Tampak Latuharhary SH, Otto Iskandardinata, Teuku Mohammad Hasan juga tokoh pemuda seperti Chairul Saleh, Sukarni, BM Diah dan Sayuti Melik. Kemudian Sukarno dan Hatta merancang naskah proklamasi. Awalnya Bung Karno meminta Hatta yang merancang, namun ditolak Hatta. "Apabila aku mesti memikirkannya, lebih baik Bung menuliskan, aku mendiktekannya." Bung Karno sempat menanyakan kepada Ahmad Subardjo. "Masih ingatkah Saudara teks dari Bab Pembukaan Undang-undang Dasar kita?" Teks itu ditanyakan karena Bung Karno memerlukan kalimat-kalimat yang menyangkut proklamasi. Terjadi perdebatan setelah Bung Hatta menanyakan siapa saja yang harus ikut menandatangani naskah proklamasi itu. Akhirnya Sayuti Melik, setelah berunding dengan tokoh lain melontarkan idenya kemada Sukarni. Langsung dilontarkan Sukarni, "Bukan kita semuanya yang hadir di sini harus menanda tangani naskah itu. Cukuplah dua orang saja menanda tangani atas nama rakyat Indonesia, yaitu Bung Karno dan Bung Hatta." Ikada atau Pegangsaaan Timur Sukarni menyatakan naskah proklamasi harus dibacakan di Lapangan Ikada karena sudah memberitahukan kepada rakyat agar mendatangi lapangan itu. Usul itu ditolak Sukarno. "Lebih baik dilakukan di tempat kediaman saya, Pegangsaan Timur. Pekarangan di depan rumah cukup luas untuk ratusan orang. Untuk apa kita harus memancing-mancing insiden." Polemik pembacaan itu terjadi pukul 03.00 pagi. Akhirnya Bung Karno memutuskan, "Karena itu, saya minta saudara sekalian untuk hadir di Pegangsaan Timur 56 pukul 10.00 pagi". Selesai naskah proklamasi diketik Sayuti Melik, keluarlah Laksamana Maeda dengan beberapa orang Jepang dan mengucapkan selamat. Pukul 9.50, 17 Agustus 1945 Beberapa orang nampak gelisah karena Bung Hatta tidak kunjung datang. Bung Karno pun bersikeras tidak akan membacakan bersama tanpa kehadiran rekanya itu. Akhirnya lima menit menjelang pukul 10.00 Hatta datang dan disambut meriah. Dalam buku Sepekan Menjelang Kemerdekaan yang ditulis Buntje Harbunangin, selesai membacakan naskah proklamasi, Bung Karno memberikan pidato singkatnya. "Demikianlah saudara-saudara, kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita. Mulai saat ini kita menyusun negara kita. Negara Merdeka, dengan Republik Indonesia merdeka, kekal dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kita, kemerdekaan kita ini"

BERDIRINYA KOTA YOGYAKARTA

BERDIRINYA KOTA JOGJAKARTA Keberadaan Kota Yogyakarta tidak bisa lepas dari keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi yang memperjuangkan kedaulatan Kerajaan Mataram dari pengaruh Belanda, merupakan adik dari Sunan Paku Buwana II. Setelah melalui perjuangan yang panjang, pada hari Kamis Kliwon tanggal 29 Rabiulakhir 1680 atau bertepatan dengan 13 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi yang telah bergelar Susuhunan Kabanaran menandatangani Perjanjian Giyanti atau sering disebut dengan Palihan Nagari . Palihan Nagari inilah yang menjadi titik awal keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pada saat itulah Susuhunan Kabanaran kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I. Setelah Perjanjian Giyanti ini, Sri Sultan Hamengku Buwana mesanggrah di Ambarketawang sambil menunggui pembangunan fisik kraton. Sebulan setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon tanggal 29 Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram – Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awalnya bernama Garjitawati. Pembangunan ibu kota Kasultanan Yogyakarta ini membutuhkan waktu satu tahun. Pada hari Kamis pahing tanggal 13 Sura 1682 bertepatan dengan 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Peristiwa perpindahan ini ditandai dengan candra sengkala memet Dwi Naga Rasa Tunggal berupa dua ekor naga yang kedua ekornya saling melilit dan diukirkan di atas banon/renteng kelir baturana Kagungan Dalem Regol Kemagangan dan Regol Gadhung Mlathi. Momentum kepindahan inilah yang dipakai sebagai dasar penentuan Hari Jadi Kota Yogyakarta karena mulai saat itu berbagai macam sarana dan bangunan pendukung untuk mewadahi aktivitas pemerintahan baik kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya maupun tempat tinggal mulai dibangun secara bertahap. Berdasarkan itu semua maka Hari Jadi Kota Yogyakarta ditentukan pada tanggal 7 Oktober 2009 dan dikuatkan dengan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2004 KONDISI GEOGRAFIS KOTA YOGYAKARTA I BATAS WILAYAH Kota Yogyakarta berkedudukan sebagai ibukota Propinsi DIY dan merupakan satu-satunya daerah tingkat II yang berstatus Kota di samping 4 daerah tingkat II lainnya yang berstatus Kabupaten Kota Yogyakarta terletak ditengah-tengah Propinsi DIY, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut Sebelah utara : Kabupaten Slema Sebelah timur : Kabupaten Bantul & Slema Sebelah selatan : Kabupaten Bantul Sebelah barat : Kabupaten Bantul & Sleman Wilayah Kota Yogyakarta terbentang antara 110o 24I 19II sampai 110o 28I 53II Bujur Timur dan 7o 15I 24II sampai 7o 49I 26II Lintang Selatan dengan ketinggian rata-rata 114 m diatas permukaan laut II KEADAAN ALAM Secara garis besar Kota Yogyakarta merupakan dataran rendah dimana dari barat ke timur relatif datar dan dari utara ke selatan memiliki kemiringan ± 1 derajat, serta terdapat 3 (tiga) sungai yang melintas Kota Yogyakarta, yaitu : Sebelah timur adalah Sungai Gajah Wong Bagian tengah adalah Sungai Code Sebelah barat adalah Sungai Winongo III LUAS WILAYAH Kota Yogyakarta memiliki luas wilayah tersempit dibandingkan dengan daerah tingkat II lainnya, yaitu 32,5 Km² yang berarti 1,025% dari luas wilayah Propinsi DIY Dengan luas 3.250 hektar tersebut terbagi menjadi 14 Kecamatan, 45 Kelurahan, 617 RW, dan 2.531 RT, serta dihuni oleh 489.000 jiwa (data per Desember 1999) dengan kepadatan rata-rata 15.000 jiwa/Km² IV TIPE TANAH Kondisi tanah Kota Yogyakarta cukup subur dan memungkinkan ditanami berbagai tanaman pertanian maupun perdagangan, disebabkan oleh letaknya yang berada didataran lereng gunung Merapi (fluvia vulcanic foot plain) yang garis besarnya mengandung tanah regosol atau tanah vulkanis muda Sejalan dengan perkembangan Perkotaan dan Pemukiman yang pesat, lahan pertanian Kota setiap tahun mengalami penyusutan. Data tahun 1999 menunjukkan penyusutan 7,8% dari luas area Kota Yogyakarta (3.249,75) karena beralih fungsi, (lahan pekarangan) V IKLIM Tipe iklim "AM dan AW", curah hujan rata-rata 2.012 mm/thn dengan 119 hari hujan, suhu rata-rata 27,2°C dan kelembaban rata-rata 24,7%. Angin pada umumnya bertiup angin muson dan pada musim hujan bertiup angin barat daya dengan arah 220° bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak kering dengan arah ± 90° - 140° dengan rata-rata kecepatan 5-16 knot/jam VI DEMOGRAFI Pertambahan penduduk Kota dari tahun ke tahun cukup tinggi, pada akhir tahun 1999 jumlah penduduk Kota 490.433 jiwa dan sampai pada akhir Juni 2000 tercatat penduduk Kota Yogyakarta sebanyak 493.903 jiwa dengan tingkat kepadatan rata-rata 15.197/km². Angka harapan hidup penduduk Kota Yogyakarta menurut jenis kelamin, laki-laki usia 72,25 tahun dan perempuan usia 76,31 tahun. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook

NILAI NILAI PENDIDIKAN BERKARAKTER

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Saat ini bangsa Kita telah dilanda tantangan berupa masuknya era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) serta perkembangan Teknologi yang sudah menghilangkan batas-batas antar negara secara geografis. Perkembangan ini juga menjadi suatu tantangan bagi bangsa Kita. Ini mengindikasikan terdapat peluang bagi Kita untuk berhasil mendidik generasi penerus dalam menanggapi perkembangan zaman ini atau justru terpuruk karena jadi “bebek yang mengikut induknya” dalam fenomena ini. Mudah bagi Kita memperhatikan saat ini bahaya globalisasi dan modernisasi telah mengancam mulai dari usia kanak-kanak sudah memegang gadget dan mengakses informasi dengan bebasnya tanpa pengawasan orang tua. Sering Kita jumpai saat ini remaja yang di usia belasan sudah memberanikan diri bermesraan di tempat umum, menjalani gaya hidup hedonis, dan kurang memperhatikan moral dan etika yang berlaku. Padahal bila perkembangan zaman ini Kita tanggapi dengan karakter yang sesuai, perkembangan ini akan menghasilkan keuntungan bagi Kita. Permasalahan Krisis Identitas Krisis identitas yang saat ini menjadi pokok permasalahan utama pada bangsa Kita. Krisis Identitas ini bisa terjadi karena faktor budaya luar yang melakukan invasi ke dalam bangsa ini. Bahkan, bila diamati dengan seksama peran globalisasi di indonesia yang menjadi penyebab krisis identitas ini tidak sekedar dipengaruhi oleh budaya luar yang masuk. Ini juga disebabkan bangsa Kita sendirilah yang kurang kuat dan secara konsisten mempertahankan identitasnya sebagai bangsa yang berlandaskan moral Pancasila. Jikapun ada di antara Kita yang mampu mempertahankan identitas pribadinya sebagai bangsa yang bermoral Pancasila, maka akan percuma bila hanya beberapa individu yang mempertahankan identitas tersebut. Perlu adanya upaya untuk secara berkelompok membangun dan mengembangkan identitas generasi penerus yang memegang teguh karakter-karakter yang berdasarkan Pancasila. Pendidikan Karakter Sebagai Solusi Pendidikan karakter hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai pelik permasalahan di atas. Pendidikan karakter memang bukan sesuatu yang baru dalam pendidikan Kita, namun pendidikan karakter menjadi suatu solusi yang tepat sasaran karena pada dasarnya identitas bangsa yang berkarakter Pancasila sudah tertanam kuat bahkan semenjak zaman-zaman kerajaan hindu-buddha ada di Indonesia. Pendidikan karakter mampu memberikan kristalisasi dari seluruh warisan nilai-nilai yang luhur bagi generasi penerus bangsa ini. Para pendiri bangsa ini sudah menemukan dan mewariskan turun-temurun pendidikan karakter ini agar bangsa Kita bisa bertahan di segala tantangan zaman. Inilah yang menjadikan pendidikan karakter pada hakekatnya haruslah menjadi semangat yang menjiwai setiap pergerakan menuju keamajuan dan perkembangan bangsa ini. Ini penting agar di zaman globalisasi ini Indonesia bisa memunculkan falsafah kehidupannya tidak hanya di dalam negeri saja namun juga menunjukan peran indonesia di dunia internasional. (Baca : Dasasila Bandung, Peran Indonesia dalam Organisasi ASEAN dan PBB, Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok) Pengertian Pendidikan Karakter Karakter menurut naskah rencana aksi nasional yang diterbitkan kementerian pendidikan nasional merupakan merupakan kualitas individu atau kolektif yang menajdi ciri individu atau kelompok. Karakter yang dimaksud di sini bisa berbentuk baik maupun buruk. Karakter yang ingin diwujudkan oleh bangsa Kita merupakan karakter yang baik dan bisa berjalan sejalan dengan tantangan dan perubahan zaman. Aktualisasi dari pembentukan karakter melalui pendidikan memerlukan pengembangan yang terintegrasi antara aspek-aspek perkembangan siswa secara seimbang baik afeksi maupun kognisi. Di sinilah pentingnya pendidikan bagi manusia yang seimbang antara afeksi dan kognisi, yakni untuk mewujudkan karakter yang kukuh dan unggul pada diri generasi penerus. Pendidikan karakter ini dimaknai sebagai pendidikan nilai, budi pekerti, moral, dan keajegan sikap baik yang dalam mengatasi berbagai kesulitan dan permasalahan. Pendidikan karakter akan memupuk watak yang bertujuan memupuk kemampuan peserta didik untuk melakukan pengambilan keputusan dengan pertimbangan baik dan buruk, memelihara hal yang baik, serta mewujudkan kebaikan ini dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.Pendidikan karakter merupakan komponen utama yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan visi dan misi yang ditentukan oleh pemerintahan pada pembangunan nasional (RPJP 2005-2025) untuk memajukan generasi penerus dalam menghadapi ancaman dari luar sambil melakukan upaya menjaga keutuhan NKRI dari dalam. Sumber Nilai-Nilai Pendidikan Karakter sponsored links Pendidikan karakter ini dikembangkan dari sumber-sumber sebagai berikut : Agama: Bangsa Indonesia hidup dengan berdasarkan norma ketuhanan sehingga untuk menjaga tatanan masyarakat yang madani dan thayibbah secara individu maupun bermasyarakat selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaan yang diyakini oleh setiap pemeluk ajaran beragama. Penerapan pendidikan beragama ini diwujudkan dalam bentuk peran keluarga dalam pembentukan kepribadian di rumah, hingga pembekalan pentingnya peran akhlak dalam pembentukan karakter bangsa di lingkungan sosial. Pancasila: Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang telah tertanam kuat sejak nenek moyang bangsa ini memulai membangun peradaban bangsa Indonesia menjadi sumber nilai pendidikan karakter yang telah teruji di berbagai tantangan zaman di masa lampau, mulai dari zaman pra aksara, zaman kerajaan, zaman penjajahan, hingga dikukuhkan menjadi dasar negara ketika memasuki kemerdekaan. Adalah hal yang sangat utama menerapkan nilai-nilai Pancasila secara riil dalam setiap tutur kata, pikiran, dan perilaku Kita. Budaya: Nilai-nilai budaya menjadi pendasaran dalam memaknai suatu peristiwa, fenomena, dan kejadian yang berlangsung dalam setiap interaksi antar anggota masyarakat. Budaya ini terwujud dari perilaku yang berlangsung terus-menerus hingga membentuk kebiasaan dalam masyarakat. Kebiasaan yang dinilai bagus inilah yang nantinya menjadi sumber karakter yang harus dipertahankan dalam pendidikan karakter bangsa Indonesia. Budaya juga menjadi suatu proses pembentukan karakter sejak berada di dalam kandungan hingga Kita dewasa. Budaya yang bersifat hukum yang tertulis maupun hukum yang tidak tertulis ini juga menjadi cikal bakal bagi berbagai tindakan yang diambil dalam peran lembaga pengendalian sosial di masyarakat. Tujuan Pendidikan Nasional: Sebagai rumusan dari hasil yang harus dimiliki setiap generasi penerus bangsa ini, tujuan pendidikan nasional dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional terdiri dari berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia . Ini dilakukan agar secara riil bisa dilaksanakan implementasi pendidikan karakter di berbagai lembaga pendidikan. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Berdasarkan ke empat sumber nilai tersebut maka dihasilkan sejumlah nilai nilai pendidikan karakter untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa, yaitu: Religius : Merupakan sikap yang memegang teguh perintah agamanya dan menjauhi larangan agamanya, seraya saling menjaga kerukunan dan kesatuan antar berbeda pemeluk agama dan keyakinan. Jujur: Merupakan sikap yang selalu berpegang teguh untuk menghindari keburukan dengan menjaga perkataan, perasaan dan perbuatan untuk selalu berkata dengan benar dan dapat dipercaya. Toleransi: Perilaku yang cenderung menghargai perbedaan dengan mengurangi mempertajam perselisihan karena perbedaan. Perilaku ini diwujudkan dengan penerimaan atas perbedaan, dan keragaman sebagai suatu kekayaan bangsa Indonesia untuk mewujudkan fungsi toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Disiplin: Tindakan yang menjaga dan mematuhi anjuran yang baik dan menghindari dan menjauhi segala larangan yang buruk secara konsisten dan berkomitmen. Kerja keras: Mencurahkan segala kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai hasil yang diharapkan dengan tepat waktu dan berorientasi lebih pada proses dan perkembangan daripada berorientasi pada hasil.